NontonGP menayangkan seluruh event MotoGP dan WSBK mulai dari Press, FP, Q, dan Race!

Iklan Sponsor Kami

Jadwal MOTOGP

Menuju


Kenali Sejumlah Istilah Khas pada Tes Pramusim MotoGP

Tes pramusim MotoGP kedua bakal digelar di Mandalika, Lombok, Indonesia, selama tiga hari mulai Jumat (11/2/2022). Banyak istilah yang biasa digunakan tim dan pembalap pada tes seperti ini. 

Kenali Sejumlah Istilah Khas pada Tes Pramusim MotoGP

Pada setiap tes MotoGP, seperti yang akan digelar di Pertamina Mandalika International Street Circuit nanti, data dan hasil pasti akan menjadi sesuatu yang sangat krusial bagi pembalap dan tim.

Dalam tes pramusim MotoGP juga banyak istilah yang dipakai untuk menentukan apakah satu area dari motor maupun pembalap sudah memenuhi standar program yang diinginkan atau belum.

Berikut sejumlah istilah yang biasa muncul dan dipakai para pembalap dan tim MotoGP pada tes pra musim.

Time Attack

Istilah ini dipakai untuk menguji kecepatan motor dalam kondisi maksimal. Kondisi motor maksimal yang dimaksud adalah bahan bakar sedikit, ban berkompon paling lunak (soft), set-up motor “paling cepat”, jumlah lap sedikit, dan yang pasti lintasan kering.

Time attack sangat berguna untuk mengetahui seperti apa performa motor saat kualifikasi karena pada dasarnya ini semacam simulasi kualifikasi. Tim juga bisa membandingkan seperti apa performa motor lain saat melakukan time attack.

Pada tes pramusim sebelumnya di Sepang, Malaysia, akhir pekan lalu, juara dunia Fabio Quartararo (Monster Energy Yamaha MotoGP) tidak sempat melakukan time attack karena hujan turun. Karena itulah ia akan mencpba melakukannya di Mandalika nanti.

Run, Single Run, Long Run

Selain run, tim-tim maupun para pembalap juga kerap menyebut single run serta long run atau race run.

Run adalah sebutan untuk momen saat pembalap keluar dari pit untuk menjalankan sejumlah program tertentu, misalnya menguji performa ban, komponen baru, aerodinamika, rem, dan lain-lain.

Run ini biasanya hanya dilakukan lima, enam, hingga delapan lap. Setelah itu pembalap kembali ke pit untuk memberikan masukan sekaligus melihat data hasil run tersebut.

Single run biasanya digunakan untuk kegiatan simulasi kualifikasi. Saat single run inilah biasanya pembalap melakukan time attack.

Long run biasanya dipakai saat tim dan pembalap ingin menguji motor dalam kondisi balapan. Long run ini bisa terlihat dari banyaknya lap yang dilibas pembalap dalam sekali sesi, biasanya lebih dari 10 lap dan bukan tidak mungkin lebih dari 20 lap.

Saat ini belum ditentukan berapa jumlah lap yang akan dilombakan di kelas MotoGP pada Pertamina Grand Prix of Indonesia pada 18-20 Maret mendatang.

Dengan panjang lintasan Sirkuit Mandalika yang mencapai 4,3 km serta regulasi jarak balap kelas MotoGP yang berada di antara 110 km sampai 120 km, lomba nanti mungkin akan berlangsung 26 atau 27 lap.

Dari situ, para pembalap diprediksi bakal melakukan long run antara 25 sampai 27 lap pada tes pramusim di Mandalika nanti.

Long run ini sangat penting dilakukan saat tes karena pembalap bisa mendapatkan data soal setelan motr, tingkat konsumsi ban, serta seberapa konsisten waktu lap yang dibuat.

Performance dan Pace

Dua istilah ini juga kerap muncul dalam sesi tes pramusim. Level performance (performa) biasanya bisa dilihat dari hasil single run maupun time attack.

Adapun pace (kecepatan) diketahui setelah pembalap melakukan long run. Tidak jarang kata pace dikaitkan dengan kecepatan murni motor dalam kondisi terbaik, alias saat pembalap melakukan time attack.

Push

Kata ini kerap diucapkan pembalap. Maksudnya, mereka harus berusaha keras agar lebih kencang daripada sebelumnya. Situasi ini bisa terjadi dalam run yang sama atau ketika melakukan run berbeda.

Post a Comment